Kebiasaan.

‘Juara tidak melakukan hal-hal yang luar biasa. Mereka melakukan hal-hal yang biasa, hanya
saja tanpa berpikir, sedemikian cepatnya sehingga tim lawan tidak dapat bereaksi’. Begitulah
ungkapan dari Tony Dungy kepala pelatih Bay Buccaneers. Kebiasaan yang membuat sebuah
tim biasa dapat menjadi juara. Kemenangan kita di hari esok ditentukan oleh hidup kita hari ini.
Hidup kita hari ini merupakan akumulasi dari kebiasaan yang kita lakukan. Itu sebabnya
kebiasaan menjadi factor penting dalam kehidupan yang kita jalani.

Dalam buku The Power Of Habit karya Charles Duhigg, diketahui bahwa di dalam otak manusia
terdapat saraf kuno yang bernama Ganglia Basal. Saraf inilah yang menyimpan kebiasaan-
kebiasaan yang sering dilakukan sehingga otak dapat melakukanya secara otomatis. Untuk
menanamkan kebiasaan di dalam Ganglia Basal diperlukan tiga tahap yaitu tanda (cue),
kebiasaan (routine), dan ganjaran (reward).

Saya ingat saat masih kecil, saya mulai terbiasa menggosok gigi karena gigi saya terasa sakit
(cue). Saya berpikir mungkin dengan menggosok gigi rasa sakit tersebut dapat berkurang
(reward). Akhirnya saya memutuskan untuk menggosok gigi setiap hari dan sampai hari ini
(routine). Setelah sering dilakukan, semua menjadi otomatis. Setiap habis mandi di pagi dan
malam hari saya langsung menggosok gigi. Masalahnya adalah Ganglia Basal tidak dapat
menentukan kebiasaan baik atau buruk.

Bagaimana dengan kebiasaan mengemil di sela jam kantor atau merokok? Bagaimana dengan
kebiasaan baru yang ingin Anda mulai seperti berolahraga atau memasak? Ada tiga hal dasar
yang yang perlu Anda terapkan untuk menghentikan dan memulai kebiasaan yang baik.

Discipline. Pada dasarnya tubuh kita lemah. Anda perlu memaksakan diri untuk sebuah
kebiasaan terbentuk. Seberapa banyak orang-orang di dunia yang menginginkan menjadi seperti
Steve Jobs? Dan seberapa banyak orang-orang tersebut yang berhasil? Hanya sedikit, karena
tidak semua orang mendisiplinkan diri untuk melakukan kebiasaan yang sama dengan Steve
Jobs. Kebiasaan menjadi factor pembeda dari setiap induvidu di dunia. The fact is your success
determine by your daily routine.

“Small Wins”. Berbicara mengenai kemenangan kecil, ada seorang anak kecil di YouTube yang
begitu menginspirasi saya saat membuat resolusi di awal tahun. Dia pun ingin menjelaskan
kepada Anda.

“I have a problem with New Year’s resolution. Not because they often fail or because to difficult.
And not because I’m bad at them either. I mean, I’ve only been live for four New Year’s! No, I’ve
problem with resolution because people that’s it. It’s the one time to change. Now don’t get me
wrong, we definitely need to change. I have no idea to ride a bicycle and my little brother has no
idea to what a toilet is for and some of you. Yeah, you probably should get out of the house
more. But one decision probably isn’t going to do it. Sorry.
So now what? Flush your resolution down the toilet? The one my little brothers can’t use? Of
course not! Keep you resolution but go easy on yourself. Will you change? Maybe. But it
probably wont happen in one big moment. It’ll happen in a thousands of little moments. Every
time you choose to forgive or slow down or being grateful or stay clam. Each little moment that
you choose what’s right instead of what’s easy. Faith instead of doubt. Love instead hate. That’s
where the change happens! Even you fail one or two or thirty times, it’s ok! You’ve got a
thousand of more little moments a head you. You’ll get better. So happy New Year. Bye.”

Believe. Percaya bahwa Anda dapat berubah. Meskipun Anda sudah sering mencoba dan gagal.
Tetap lah percaya. Bila itu terlalu sulit, Anda perlu menempatkan diri dalam komunitas yang
percaya Anda dapat berubah sehingga kepercayaan Anda terjaga,
Sama seperti arang di dalam tungku menyala. Bila arang itu dikeluarkan dari tungku tersebut
maka api arang tersebut akan mati. Namun apabila arang tersebut ada di dalam tungku. Api
arang lain akan membuat arang tersebut menyala. aeperti itulah kepercayaan harus dijaga terus
menerus dan Anda perlu orang lain.